Comscore Tracker

Ketahuan, 4 Zat Kimia dalam Makanan Ini Bikin Tubuh Melar

Meski terasa nikmat, konsumsilah secara bijak, ya

Nonton drama Korea sambil nyemil keripik kentang memang bikin nagih. Satu episode belum kelar, keripik kentangnya malah sudah habis sebungkus. Kamu pun tergoda untuk membuka bungkus yang lain.

Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa keripik kentang—atau makanan dan minuman lainnya—bisa bikin nagih?

Peneliti obesitas asal Jerman, Achim Peters, menjelaskan alasannya. Kandungan bahan kimia pada makanan, dari pengawet hingga pestisida, dapat memengaruhi otak sehingga mengirimkan "sinyal palsu", sehingga tubuh mengonsumsi lebih banyak kalori. Hasilnya? Obesitas.

"Mereka yang mengonsumsi makanan alami—tanpa bahan kimia—melindungi otak mereka dari sinyal-sinyal palsu ini, sehingga otak dapat mengatur energi lebih baik. Dengan kata lain, otak manusialah yang menentukan apakah seseorang akan tetap langsing atau malah gemuk," papar Peters.

Lantas, kandungan apa sajakah yang dimaksud? Inilah beberapa zat pada makanan dan minuman yang harus dibatasi agar berat badan tetap ideal dan sehat.

1. Dinatrium guanilat

Ketahuan, 4 Zat Kimia dalam Makanan Ini Bikin Tubuh Melaraminoapps.com

Dinatrium guanilat biasa ditemukan pada makanan seperti keripik kentang dan snack kemasan lainnya. Zat ini diproduksi dari rumput laut dan ikan kering.

Kombinasi garam dan dinatrium guanilat dapat mengirimkan sinyal palsu ke otak dan  menghasilkan reaksi adiktif. Hasilnya, kamu jadi ingin nyemil camilan asin terus!

Ahli gizi asal Amerika Serikat (AS), Monica Reinagel, mengatakan bahwa mereka dengan diet tinggi garam terancam mengonsumsi lebih banyak kalori, sehingga menaikkan berat badan mereka.

"Jika dietmu mengandung banyak camilan, keripik, roti, gorengan, dan makanan cepat saji, bukan hanya garam, kamu juga lebih banyak mengonsumsi kalori. Itulah hubungan antara garam dan kenaikan berat badan," jelas Reinagel.

Kandungan dinatrium guanilat juga perlu dihindari bagi penderita asma dan mereka yang ingin mencegah asam urat. Sebab, zat ini diubah oleh metabolisme tubuh menjadi purina, senyawa yang dapat menyebabkan asam urat.

2. Aspartam

Ketahuan, 4 Zat Kimia dalam Makanan Ini Bikin Tubuh MelarFreepic/Soureivictoryia

Minuman manis sering kali mengandung aspartam. Tak hanya itu, yoghurt hingga suplemen vitamin juga dapat mengandung pemanis buatan ini.

Memang, menurut badan pengawas obat dan makanan di seluruh dunia, aspartam sudah diuji dan terbukti aman untuk orang-orang dengan diabetes. Pada tahun 2018, beberapa uji coba menyatakan aspartam aman untuk mengurangi asupan kalori dan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak.

Akan tetapi, karena aspartam yang digunakan dalam minuman atau makanan manis memiliki jumlah yang jauh lebih kecil daripada gula alami, otak mengirimkan sinyal palsu bahwa tubuh kekurangan nutrisi, dan memerintahkan kita untuk makan lebih banyak.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Sepele Pemicu Kegemukan, Yuk Hindari!

3. Fruktosa

Ketahuan, 4 Zat Kimia dalam Makanan Ini Bikin Tubuh Melarpixabay.com/Saramukitza

Pada dasarnya, fruktosa adalah salah satu dari tiga gula utama, yaitu glukosa dan galaktosa. Akan tetapi, terlalu banyak fruktosa malah akan membuatmu gemuk.

Fruktosa yang dimaksud adalah yang 50 persen ada dalam gula bubuk atau sukrosa. Meskipun ada juga di dalam buah, fruktosa buah tidak berbahaya untuk kesehatan, kecuali jika dikonsumsi terlalu banyak.

Melansir Healthline, tubuh manusia memproses glukosa dan fruktosa secara berbeda. Kalau seluruh sel manusia dapat menggunakan glukosa, hati manusia hanya dapat memproses fruktosa dalam jumlah tertentu. Jika terlalu banyak, maka hati akan mengubah fruktosa menjadi lemak.

Selain dapat membebani hati, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa asupan fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan:

  • Resistansi leptin yang dapat meningkatkan risiko obesitas; 
  • Resistansi insulin yang menyebabkan diabetes tipe 2;
  • Serangan asam urat;
  • Kelebihan makan karena tidak menekan nafsu makan seperti glukosa;
  • Perlemakan hati;
  • Penyakit jantung karena meningkatkan kadar kolesterol VLDL, menyebabkan akumulasi lemak.

4. Natrium siklamat

Ketahuan, 4 Zat Kimia dalam Makanan Ini Bikin Tubuh Melartenor.com

Kandungan dalam makanan lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah sodium siklamat. Terdengar asing? Senyawa ini sering ditemukan sebagai pemanis buatan pada selai, soda diet, hingga agar-agar.

Hingga saat ini, terdapat 130 negara dunia, termasuk Indonesia, yang mengizinkan pemakaian natrium siklamat.

Sejak tahun 1969, AS melarang penggunaan natrium siklamat pada berbagai produk makanan dan minuman, setelah sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi kombinasi natrium siklamat dan sakarin dalam jangka panjang (setara 550 kaleng soda per hari) dapat menyebabkan kanker kandung kemih pada tikus.

Selain kanker itu, konsumsi natrium siklamat secara berlebih bisa bikin tekanan darah naik dan pengecilan testis pada tikus. Efeknya ini dikatakan mendekati dengan apa yang akan dialami manusia.

Melansir Women's Weekly, konsumsi natrium siklamat berlebih dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak insulin, sehingga menjadi lemak yang menyebabkan kegemukan. Lalu, seseorang yang terlalu sering mengonsumsi natrium siklamat bisa menjadi tidak suka dengan makanan atau minuman yang tidak manis.

Nah, empat zat kimia dalam makanan di atas tentu harus diwaspadai asupannya. Akan lebih baik lagi kalau kamu lebih banyak mengonsumsi makanan berbahan alami yang lebih sehat.

Baca Juga: Untuk Kamu yang Kurus, Ini 10 Cara Jitu Menaikkan Berat Badan

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya