Comscore Tracker

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda-benda? Ini Penjelasannya!

Jangan sembarang pegang, ya!

Berdasarkan data pada Sabtu (21/3), pandemi virus corona atau COVID-19 telah menjangkiti 450 orang di Indonesia. Di wilayah DI Yogyakarta sendiri, 5 orang telah dinyatakan positif COVID-19.

Salah satu cara penyebaran virus ini adalah melalui benda-benda di sekitar kita yang disentuh banyak orang. Oleh karena itu, kamu wajib menjaga kebersihan tangan dan benda-benda yang kita sentuh.

Lantas, berapa lama virus corona bisa bertahan di benda-benda? Berikut penjelasannya!

1. Bermula dari aerosol yang tahan hingga 3 jam

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda-benda? Ini Penjelasannya!pexels/andrea piacquadio

Melalui penelitian bertajuk "Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1" yang dimuat di New England Journal of Medicine pada 17 Maret 2020, tim yang dikepalai oleh Neeltje van Doremalen, PhD dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengungkap bahwa tertempelnya COVID-19 pada benda-benda mati bermula dari penyebaran secara aerosol melalui saluran pernapasan atas.

  • Dari nafas (<5 μm)
  • Dari tetesan liur (>5 μm)

Setelah melalui uji coba sel Vero, ternyata daya tahan COVID-19 di udara mencapai 180 menit atau tiga jam! Itupun hanya mengalami sedikit penurunan. Hasil tersebut hampir sama seperti virus corona pada Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2003.

Dengan kata lain, durasi waktu paruh ketahanan kedua virus di udara tercatat selama 2,7 jam.

Baca Juga: Begini Cara Mudah Cek Sebaran COVID-19 di Yogyakarta Lewat Ponsel

2. Hati-hati dengan plastik dan stainless steel

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda-benda? Ini Penjelasannya!Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Neeltje dan tim kemudian menguji daya tahan COVID-19, yang juga sering disebut SARS-CoV-2, pada permukaan benda mati selama tujuh hari. Lingkungan tes, mulai dari tingkat kelembapan dan suhu udara, disesuaikan dengan skenario rumah sakit dan rumah tangga biasa.

Berikut ini data hasil riset tentang berapa lama virus corona akan bertahan:

  • Di udara: 3 jam
  • Di bahan tembaga: 4 jam
  • Di bahan aluminium: 2-8 jam
  • Di sarung tangan operasi/medis: 8 jam
  • Di bahan karton/kardus: 24 jam
  • Di bahan besi/baja nirkarat: 2-3 hari
  • Di bahan kayu: 4 hari
  • Di bahan kaca: 4 hari
  • Di bahan kertas: 4-5 hari
  • Di bahan plastik: 2-3 hari (ada kasus khusus sampai 5 hari)

Hasilnya, para peneliti mengungkapkan bahwa virus COVID-19 bertahan paling lama pada media plastik dan kertas. Berapa lama?

"120 jam atau lima hari!"

Namun saat itu, ketahanan virus COVID-19 meluruh secara drastis di atas permukaan plastik, sedangkan virus tersebut meluruh setelah 48 jam di atas permukaan stainless steel. Di sini, ketahanan COVID-19 benar-benar mirip dengan SARS.

Melansir mayoclinic.org, lamanya masa bertahan virus corona di kain/baju tidak diteliti lebih lanjut, yang jelas jauh lebih singkat daripada masa hidupnya di permukaan keras. Sehingga, para peneliti mengimbau untuk segera mencuci baju yang kamu kenakan setelah bepergian. Jangan ditunda.

Secara detail, penelitian tersebut memaparkan bahwa waktu paruh rata-rata COVID-19 bertahan di permukaan plastik dan stainless steel masing-masing adalah 6,8 jam dan 5,6 jam.

3. Tidak berdaya di permukaan tembaga dan karton

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda-benda? Ini Penjelasannya!freepik.com

Walaupun bertahan lama pada benda plastik dan stainless steel, para peneliti tersebut memaparkan bahwa waktu paruh virus COVID-19 tidak begitu lama di permukaan tembaga dan karton kardus.

Melalui metode uji yang sama, ketahanan virus COVID-19 lebih lemah dibandingkan SARS di atas permukaan tembaga. SARS bertahan selama 8 jam, sementara COVID-19 bertahan selama 4 jam.

Pada permukaan karton kardus, COVID-19 meluruh setelah 8 jam, sementara SARS hanya sekitar 1 jam saja. Tim Neeltje menutup penelitian mereka dengan mengkonfirmasi bahwa virus COVID-19 memang dapat bertahan berjam-jam hingga berhari-hari di permukaan benda.

"Lalu bagaimana dengan ketahanan COVID-19 di permukaan kayu pernis dan keramik?"

Memang, penelitian tersebut tidak menjelaskan kedua bahan yang sering ditemukan di bangunan terutama rumah tangga dan rumah sakit. Namun, para peneliti tidak menutup kemungkinan untuk menguji ketahanan COVID-19 di permukaan-permukaan benda lainnya.

Sebagai tambahan, virus corona biasanya mati jika terpapar pada suhu di atas 30 derajat Celsius. Jejak virus pada benda dapat dibersihkan dengan lap dan disinfektan biasa. Yang penting, tetap jaga kebersihan diri dan benda-benda di sekitarmu, ya!

Baca Juga: Virus Corona Bisa Cepat Usai, Ini 5 Cara yang Sudah Terbukti Berhasil

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya