Comscore Tracker

Waspada, Kenali Siklus Penyakit Demam Berdarah yang Mudah Mewabah

Umumnya meningkat di musim penghujan

Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Umumnya, musim hujan terjadi dari bulan Oktober sampai April, dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dan Februari.

Musim penghujan yang baru saja tiba bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, hingga November 2019 sudah ada 626 kasus DBD, di mana satu penderita meninggal dunia. Itu baru di Sleman saja, belum di daerah lain.

Untuk memahami mengapa DBD meningkat di musim penghujan, pertama kamu perlu mengetahui bagaimana siklus dan inkubasi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini. Berikut penjelasannya.

1. Disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti

Waspada, Kenali Siklus Penyakit Demam Berdarah yang Mudah Mewabahentomologytoday.org

Dikenal juga sebagai nyamuk demam kuning. Nyamuk ini menjadi banyak penyebab penyakit. Mulai dari demam Zika, demam kuning, chikungunya, hingga DBD.

Serangga ini dipercaya berasal dari Afrika, namun sekarang banyak ditemui di area tropis, subtropis dan area-area yang memiliki kelembapan tinggi. Menurut World Health Organization (WHO), dulunya DBD hanya dapat ditemui di sembilan negara, tetapi merambah hingga lebih dari 100 negara.

2. Hanya betina yang menyebarkan virusnya

Waspada, Kenali Siklus Penyakit Demam Berdarah yang Mudah Mewabahphys.org

Walaupun ditularkan oleh nyamuk, tetapi yang dapat menyebarkannya hanyalah yang betina saja. Nyamuk betina hanya akan menggigit sasarannya ketika ia akan bertelur dan ia hanya tertarik kepada mamalia yang mengeluarkan aroma amoniak, karbon dioksida, asam laktat, dan oktenol.

Tidak ada musim bertelur yang pasti untuk Aedes aeygpti, tetapi yang jelas mereka membutuhkan air untuk berkembang biak. Itulah mengapa penyakit DBD dapat ditemui di sepanjang tahun, namun memuncak ketika memasuki musim penghujan.

Baca Juga: Tahun 2019, Penderita DBD di Sleman Meningkat Jadi 626 Kasus 

3. Virus di dalam tubuh akan terinkubasi selama kurang lebih satu minggu

Waspada, Kenali Siklus Penyakit Demam Berdarah yang Mudah Mewabahmedicalnewstoday.com

Aedes aegypti membawa virus DBD dan memberikannya kepada inangnya lewat gigitan. Setelah masa inkubasi selama empat hingga sepuluh hari tersebut, sang penderita akan merasakan demam tinggi, pergelangan linu, mual hingga diare.

Gejala tersebut akan dirasakan selama kurang lebih satu minggu. Kekurangan cairan tubuh, susahnya bernapas, pendarahan dan kegagalan organ adalah penyebab utama meninggalnya penderita DBD.

4. Siklus kembali terulang saat nyamuk menggigit penderita

Waspada, Kenali Siklus Penyakit Demam Berdarah yang Mudah Mewabahmedicalnewstoday.com

Saat penderita digigit lagi oleh nyamuk, nyamuk tersebut akan membawa kembali virus DBD tersebut. Itu berarti secara tidak langsung sang penderita sudah menularkan penyakitnya. Infeksi itu dapat ditularkan empat, lima hari setelah infeksi yang pertama. Itu berarti siklus virus DBD telah terulang dan siap disebarkan kembali oleh nyamuk betina Aedes aegypti.

5. Solusi paling mudah adalah pencegahan

Waspada, Kenali Siklus Penyakit Demam Berdarah yang Mudah MewabahIDN Times / Aan Pranata

Tidak ada penanganan spesial untuk penyakit ini. Hanya bantuan pemberian cairan tubuh yang bisa dilakukan dan setelah itu menunggu sistem imun tubuh untuk menghilangkan virusnya sendiri.

Karena itu agar tidak terkena penyakit ini, sering-seringlah membersihkan bak air, selokan dan genangan air serta melakukan fogging. Jika perlu, gunakan serbuk abate untuk air di bak kamar mandimu untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Agar penyakit DBD tidak mewabah, perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk mencegahnya, salah satunya dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. 

Baca Juga: Kenali Gejala Awal DBD dan Cara Mencegah Demam Berdarah Dengan Enam M

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya