Comscore Tracker

Waspada, 5 Jenis Kentut Ini Bisa Jadi Indikator Penyakit Kronis

Apa saja ciri-ciri kentut yang harus diwaspadai?

Kondisi kesehatan seseorang bisa diketahui lewat sejumlah tanda pada tubuh. Mulai dari warna urine, lidah, sampai kentut. Ternyata, karakteristik dari kentutmu bisa mengindikasikan adanya penyakit dalam tubuh.

Dilihat dari aroma, suara, sampai frekuensinya , ini dia beberapa jenis kentut yang bisa menjadi tanda penyakit kronis. Simak, yuk!

1. Aroma kentut yang bau

Waspada, 5 Jenis Kentut Ini Bisa Jadi Indikator Penyakit Kronisilustrasi kentut (nydailynews.com)

Kentut bau sebenarnya hal yang wajar, mengingat kentut adalah hal biologis yang dilakukan tubuh membuang gas hasil produksi proses pencernaan. Namun, dalam beberapa kasus, kentut yang bau menjadi indikator adanya infeksi atau gangguan pencernaan.

Dilansir Healthline, terdapat beberapa penyebab kenapa kentut bisa bau. Pertama, kamu makan makanan tinggi serat. Beberapa makanan tinggi serat mengandung sulfur dan itu membuat bau menyengat. Beberapa contohnya adalah brokoli, kubis, jamur, asparagus, pakcoi, dan telur.

Penyebab kedua, kamu tidak cocok dengan makanan yang kamu makanan, misalnya pada kasus intoleransi, seperti intoleransi laktosa maupun gluten. Ketiga, kamu mengonsumsi obat-obatan tertentu. Misalnya, antiobiotik membunuh bakteri dalam tubuh, termasuk yang sebenarnya bertugas membantu pencernaan. Tidak mengagetkan bila kentutmu bau saat minum antiobiotik.

Sembelit juga bisa jadi penyebab kentut bau karena feses yang menumpuk di usus besar. Selain itu, kentut bau juga bisa karena ada infeksi saluran pencernaan dan bakteri yang menumpuk. Yang harus sangat diwaspadai, kentut bau juga bisa menjadi indikasi kanker usus besar.

2. Bunyi kentut yang keras

Waspada, 5 Jenis Kentut Ini Bisa Jadi Indikator Penyakit Kronisilustrasi kentut (mirror.co.uk)

Ada kentut yang berbunyi keras sekali, sedang, atau bahkan tidak bersuara sama sekali. Salah satu faktor yang menyebabkan keras atau tidaknya bunyi kentut yang dikeluarkan adalah jumlah gas yang berkumpul pada sistem pencernaan. Jumlah ini bisa dipengaruhi oleh jenis makanan yang kamu konsumsi sekaligus bagaimana tubuhmu mencerna makanan-makanan itu.

Dilansir Mental Floss, kerasnya kentut bisa dilihat dari seberapa ketat otot sfingter. Bila otot sfingtermu itu dalam keadaan relaks, bunyi kentut tidak akan terlalu nyaring atau bahkan tidak berbunyi. Otot tersebut sangat dipengaruhi kondisi kesehatan anus. Jadi, bila kamu punya wasir atau ambeien, maka bunyi kentut akan sedikit berbeda.

Baca Juga: 6 Fakta Bau Mulut, Tak Cuma Mengganggu tapi Juga Bisa Berbahaya

3. Kentut yang menyakitkan

Waspada, 5 Jenis Kentut Ini Bisa Jadi Indikator Penyakit Kronisilustrasi kentut yang menyakitkan (verywellhealth.com)

Ini adalah salah satu gejala yang wajib diwaspadai mengingat kentut pada umumnya tidak menyakitkan ketika dikeluarkan. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan gejala ini, mulai dari sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome atau IBS), masalah pankreas, hingga tukak lambung.

Pada IBS, sistem saraf pencernaan menjadi sangat sensitif, membuat produksi gas juga begitu terasa. Tidak hanya itu, umumnya kamu juga akan lebih sering kentut karena produksi gas berlebih akibat penyakit kronis ini.

Berbeda lagi dengan tukak lambung. Dilansir Everyday Health, tukak lambung disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini bisa ditangani dengan mudah, tetapi bila tidak bisa menyebabkan masalah serius, bahkan kematian.

Kentut yang sakit juga bisa terjadi bila kamu memaksakan kentut yang tidak bisa dikeluarkan dan ini bisa dialami orang-orang dengan radang usus buntu. Radang ini rawan dialami usia awal 20-an dan remaja, serta bisa menyebabkan komplikasi bila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Operasi adalah penanganan terbaik radang usus buntu.

4. Kentut yang berdarah

Waspada, 5 Jenis Kentut Ini Bisa Jadi Indikator Penyakit Kronisilustrasi kentut (the-numinous.com)

Ada banyak kondisi yang bisa membuat kentut mengeluarkan darah. Dilansir Healthline, beberapa kondisi yang perlu diwaspadai adalah polip usus besar, radang perut, luka dalam, kanker usus, dan penyakit Crohn.

Penyakit Crohn adalah salah satu jenis radang usus. Dalam dunia kedokteran, penyakit ini masih tergolong "misterius", mengingat belum ada obat dan perawatan terbaik. Dikatakan juga bahwa penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan bagi pengidapnya.

5. Frekuensi kentut yang sering

Waspada, 5 Jenis Kentut Ini Bisa Jadi Indikator Penyakit Kronisilustrasi kentut (livehealthily.com)

Kentut sebanyak 15-25 kali bukanlah hal yang normal. Kalau kamu mengalaminya, coba evaluasi lagi pola makanmu dan status suasana hatimu. Makanan yang kaya akan serat dan karbohidrat bisa memunculkan masalah ini. Begitu pula bila kamu makan sesuatu yang mengandung laktosa dan kamu memiliki intoleransi terhadapnya.

Stres juga bisa jadi penyebab. Dilansir Medical News Today, tingginya tingkat stres bisa menyebabkan pergerakan usus menjadi tak terkontrol dan itu membuat produksi gas berlebih. Beberapa contohnya adalah orang-orang yang gugup saat wawancara penerimaan kerja, ujian akhir, dan sebagainya.

Yang perlu diwaspadai adalah penyakit celiac, yang membuatmu tidak toleran terhadap gluten. Waspadai juga penyakit autoimun yang menyerang pankreas dan gastroparesis.

Ciri-ciri kentut di atas memang tidak bisa menjadi satu-satunya indikator bagi adanya penyakit kronis. Gejala lain yang menyertai juga perlu dilihat. Jika kamu mengalami sejumlah jenis kentut di atas beserta gejala lain yang gak biasa, jangan ragu untuk periksa ke dokter, ya!

Baca Juga: Air Kencing Berbusa, Ini 8 Gangguan Kesehatan yang Jadi Pemicunya

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya