Comscore Tracker

Ada di Jogja, 5 Fakta Mutasi Virus Corona yang 10 Kali Lebih Menular

Mutasi ini ditemukan di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Alih-alih lekas selesai, pandemik COVID-19 justru melahirkan mutasi virus corona yang lebih infeksius. Mutasi D614G dari virus SARS-CoV2 diketahui 10 kali lebih menular. Berdasarkan temuan terbaru, mutasi ini terdeteksi muncul di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Gunadi memaparnya bahwa timnya berhasil mengidentifikasi whole genome sequencing (WGS) empat isolat dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dari empat isolat itu, tiga di antaranya mengandung mutasi D614G.

Bagaimana fakta sebenarnya tentang mutasi virus corona yang ramai diperbincangkan ini? Apakah kita mesti ekstra waspada?

1. Mutasi virus corona ini 10 kali lipat lebih menular daripada virus aslinya

Ada di Jogja, 5 Fakta Mutasi Virus Corona yang 10 Kali Lebih Menularlivescience.com

Eijkman Institute melaporkan, adanya mutasi virus corona ini membuat virus SARS-CoV-2 menjadi lebih infeksius. Bahkan, kemampuan penularannya mencapai 10 kali lipat dari virus awalnya.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bahkan menyatakan mutasi tersebut menunjukkan adanya kemungkinan kemunculan gejala baru.

2. Sudah ada di Indonesia sejak Maret?

Ada di Jogja, 5 Fakta Mutasi Virus Corona yang 10 Kali Lebih Menularpixabay.com/fernandozhiminaicela

Dari pemberitaan, Kelompok Penelitian Virus Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF) menganalisis data sekuens genom virus corona secara menyeluruh yang dimuat di Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

Dari situ, ditemukan bahwa penyebaran mutasi D614G sudah ada sejak awal SARS-CoV-2 ada di Indonesia. Perkiraannya, sekarang jumlahnya lebih banyak lagi.

Baca Juga: Mutasi D614G Virus SARS-CoV2 Terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah 

3. Efek mutasi masih dipertanyakan

Ada di Jogja, 5 Fakta Mutasi Virus Corona yang 10 Kali Lebih Menularscitechdaily.com

Menurut dr. Gunadi, mutasi D614G ini dilaporkan ditemukan di 9 dari 24 sekuens genom yang diambil dari sampel masyarakat Indonesia.

“Sepertiganya terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, “ ungkapnya pada Selasa (1/9/2020).

Meskipun begitu, mutasi yang memengaruhi tingkat penularan masih perlu dikaji lebih dalam, mengingat mutasi hanya terlihat di pengujian sel saja.

Ahli virologi Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, DVM, Ph.D, dari Universitas Udayana, Bali, berpendapat isu mutasi ini masih perlu dikaji lebih lanjut mengingat belum adanya uji eksperimen kepada makhluk hidup sesungguhnya dan belum ada pula jurnal kesehatan yang membahasnya.

“Baru simulasi komputer saya kira. Belum hasil eksperimen di sel maupun hewan uji coba,” ujarnya kepada IDN Times pada Senin (31/8).

Bisa dikatakan permasalahan mutasi ini masih hanya sebatas teori saja.

“Mutasinya benar. Dampaknya teoritis,” tambahnya.

4. Isu mutasi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan

Ada di Jogja, 5 Fakta Mutasi Virus Corona yang 10 Kali Lebih Menularft.com

Permasalahan mutasi ini ternyata tak hanya dialami di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain.

Dalam Sciencemag, Bette Korber dan koleganya di Los Alamos National Laboratory menunjukkan mutasi G614 umum terjadi di berbagai negara. Hal itu ditambahkan oleh Jeremy Luban dari University of Massachusetts Medical School, Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa mutasi virus corona ini bisa tampak dalam bentuk durinya.

Namun, virolog Emma Hodcroft dari University of Basel, Swis, memberikan catatan penting terkait masalah mutasi virus.

“Kami memiliki kasus di mana kami benar-benar berpikir bahwa kami memiliki bukti mutasi yang mengubah perilaku virus. Namun, semakin banyak bukti yang datang, ternyata hasilnya tidak demikian,” ujarnya seperti dikutip di Sciencemag.

Secara garis besarnya, Emma menyimpulkan masalah mutasi ini belum tentu memberikan efek signifikan pada dunia nyata.

5. Tetap fokus menjaga diri dari penularan COVID-19

Ada di Jogja, 5 Fakta Mutasi Virus Corona yang 10 Kali Lebih Menularcovid19data.com

Mutasi COVID-19 memang nyata. Namun, jangan sampai hal tersebut membuatmu khawatir berlebihan. Tetap fokus pada upaya menjaga diri dari penularan COVID-19 dan mematuhi protokol kesehatan.

"Lakukan protokol aman COVID plus yang ketat dan disiplin. Faktor plus antara lain: hindari keramaian jika tak penting sekali, belanja ke pusat perbelanjaan yang tidak berkerumun dan semua orang pakai masker, hindari kendaraan umum yang berdesakan dan memakai AC,” tambah Prof. Mahardika menutup perbincangan.

Baca Juga: Pelajari Mutasi Virus Corona dengan Whole Genome Sequencing

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya