Comscore Tracker

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di Tubuhmu

Kamu minum susu setiap hari? 

Setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Susu Sedunia atau World Milk Day. Peringatan ini dimulai sejak tahun 2001. Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). konsumsi susu di Indonesia masih rendah jika dibandingkan beberapa negara tetangga. 

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) 2021, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia tahun 2020 adalah 16,27 kg/kapita/tahun. Walaupun meningkat sebanyak 0,25 persen dari tahun 2019, Indonesia masih tertinggal dibanding negara Malaysia yang mencapai 36,20 persen, Myanmar 26,7 persen dan Thailand 22,2 persen. Sebenarnya apa efek jika kita rajin minum susu tiap hari? 

1. Membantu pembentukan otot

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di Tubuhmupexels.com/Anush Gorak

Saat ini kamu sedang berusaha membentuk oto tubuh? Tentunya selain olahraga, ada baiknya untuk mengonsumsi susu setiap hari. Natalie Allen, instruktur ilmu biomedis di Missouri State University sekaligus ahli diet, pun menganjurkannya.

"Susu membantu membangun otot yang kuat dengan rasio ideal antara karbohidrat dan protein, menjadikannya pilihan minuman yang bagus untuk individu yang aktif berolahraga," tegasnya.

Paul Salter, ahli diet terdaftar, pun menyetujuinya. Menurutnya, susu kaya akan asam amino rantai cabang yang secara khusus berperan dalam pertumbuhan atau pemeliharaan otot, jelasnya pada laman The List.

Selain itu, susu sebagai sumber protein hewani lebih mudah diserap oleh tubuh dan berguna untuk mempertahankan massa otot tanpa lemak dalam jangka panjang. Minum susu setelah olahraga membantu mendorong pemulihan dan perbaikan otot secara signifikan.

2. Mencegah terjadinya osteoporosis

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di Tubuhmuilustrasi lansia (pexels.com/Tristan Le)

Seperti yang kita ketahui, susu identik dengan kalsium. Dalam segelas susu, terdapat 293 mg kalsium. Dengan kombinasi kalsium dan vitamin D dari susu, bisa meningkatkan mineralisasi tulang seiring bertambahnya usia.

Menurut Paul Salter, kekuatan tulang menurun seiring bertambahnya umur dan meningkatkan risiko osteoporosis. Ia menganjurkan untuk minum susu setiap hari karena bisa memperkuat struktur kerangka dan mencegah osteoporosis pada perempuan.

Kapan waktu yang paling tepat untuk minum susu? Menurut Natalie Allen, waktu terbaik adalah dari kecil hingga usia 30 tahun, karena di tahun-tahun inilah tulang mendapatkan massa dan membangun struktur. Vitamin D dalam susu bisa menjaga kekuatan tulang dan massa otot.

3. Mencegah penambahan berat badan

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di TubuhmuMenimbang berat badan (IDN Times/Nurulia R. Fitri)

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2016, asupan susu total yang lebih tinggi dikaitkan dengan kenaikan berat badan yang lebih sedikit. Penelitian ini melibatkan 18.438 perempuan usia ≥45 tahun yang bebas dari penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes.

Selain itu, peserta studi memiliki indeks massa tubuh awal 18,5 hingga <25 (dikategorikan sebagai berat badan normal). Hasilnya, setelah diamati selama 11,2 tahun, ditemukan bahwa konsumsi total produk susu yang lebih besar dikaitkan dengan pencegahan penambahan berat badan pada perempuan paruh baya dan lanjut usia.

4. Membantu memenuhi kebutuhan protein harian

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di Tubuhmuilustrasi susu oat dan susu almon (freepik.com/freepik)

This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media.

Setidaknya, laki-laki membutuhkan 56 gram protein per hari dan perempuan 46 gram protein per hari. Kebutuhan protein ini bisa didapatkan dari susu. Dalam segelas susu, mengandung 8,5 gram protein, melansir laman Nutritionix.

Menurut Amy Goodson, ahli diet olahraga terdaftar, protein memperlambat pencernaan, menghentikan makan berlebihan, serta membantu orang kenyang lebih cepat dan lebih lama. Kepada laman The List, ia mengatakan bahwa susu sapi berkualitas tinggi mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Mengalami Intoleransi Laktosa, Menolak Produk Olahan Susu

5. Dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di Tubuhmuscripps.org

Ada banyak penelitian yang membuktikan bahaya minum susu dalam jangka panjang. Menurut studi yang diterbitkan di British Medical Journal, menunjukkan bahwa perempuan yang mengonsumsi tiga gelas susu atau lebih dalam sehari memiliki 44 persen peningkatan risiko kanker, 16 persen peningkatan risiko patah tulang, dan 60 persen peningkatan risiko patah tulang pinggul.

Menurut Dr. Joelle Cafaro di laman The List, perempuan yang minum dua gelas susu atau lebih dalam sehari dua kali lebih mungkin didiagnosis dengan kanker ovarium daripada perempuan yang jarang meminumnya. Berhati-hatilah, karena susu sapi mengandung hormon pertumbuhan yang meningkatkan risiko kanker payudara.

Namun, jangan cemas karena ada solusinya. Dr. Joelle Cafaro menyarankan untuk memilih susu dari sapi yang diberi makan rumput (grass-fed) dan dipelihara di padang rumput karena susu yang dihasilkan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Selain itu, pilihlah susu penuh lemak (full-fat) karena lebih sedikit diproses daripada susu rendah lemak.

 

 

6. Timbul jerawat

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di Tubuhmufreepik.com/wayhomestudio

Menurut Vanessa Rissetto, seorang ahli gizi dan ahli diet, D-galaktosa dalam produk susu dapat menyebabkan peradangan. Ini adalah produk pemecahan laktosa yang terbukti pro-inflamasi, ungkapnya di laman The List.

Sementara, menurut Michelle Beckner, pelatih nutrisi bersertifikat, minum susu setiap hari dapat menyebabkan jerawat yang tidak kunjung sembuh. Sebagai solusi, Dr. Joelle Cafaro menyarankan untuk memilih produk susu yang lebih bergizi dan tidak banyak diproses, seperti yoghurt tawar dan kefir sebagai alternatif.

7. Menyebabkan perut kembung

Rajin Konsumsi Susu, 7 Hal Ini Bisa Terjadi di Tubuhmuilustrasi sakit perut (pixabay.com/derneuemann)

Perut kembung setelah minum susu adalah hal yang sering terjadi. Michelle Beckner mengatakan, perut kembung yang parah terjadi karena kesulitan memproses produk susu. Tidak selalu karena intoleransi laktosa, bisa jadi karena kita mengidap sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome atau IBS) atau sensitif terhadap protein dalam produk susu.

"Meskipun produk susu adalah salah satu makanan tersehat, produk ini dapat menyebabkan gas dan kembung bagi sebagian orang," ujar Karen Ansel, R.D.N, penulis buku Healthy in a Hurry: Simple, Wholesome Recipes for Every Meal of the Day.
Saran yang bisa Karen berikan adalah tidak mengonsumsi susu dalam keadaan perut kosong. Selain itu, konsumsi susu bersama makanan lain (seperti sereal) mungkin bisa membantu mengatasi kembung, ucapnya pada laman Self.

Nah, itulah sejumlah hal  yang bisa terjadi kalau kamu rajin mengonsumsi susu setiap hari. Menimbang plus-minusnya, keputusan ada di tanganmu!

 

Baca Juga: Ini 10 Alasan Kenapa Kamu Perlu Mengonsumsi Lebih Banyak Protein

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya