Comscore Tracker

Sebelum Menyesal, Ini 5 Risiko Berbelanja Pakai Pay Later

Pay later itu praktis sih, tapi apa konsekuensinya?

Pay later  atau sistem bayar belakangan sudah gak asing lagi di aplikasi e-commerce maupun dompet digital. Dengan fitur tersebut, kamu bisa berbelanja hari ini dan membayar di kemudian hari tanpa menggunakan kartu kredit.

Namun di balik kelebihannya, ada sejumlah konsekuensi yang mengintai pengguna pay later. Nah, sebelum menyesal, ketahui dulu beberapa risiko membayar pakai pay later berikut ini.

1. Denda keterlambatan pembayaran cukup tinggi

Sebelum Menyesal, Ini 5 Risiko Berbelanja Pakai Pay Laterpexels.com/Karolina Grabowska

Jika dibayar tepat waktu, uang yang kamu pinjam mungkin tidak menimbulkan bunga. Namun, jika telat bayar, kamu akan dikenai denda keterlambatan pembayaran. Selain itu, layanan pay later juga biasanya membebankan biaya penanganan kepada pelanggan.

Memang, umumnya biaya keterlambatan pembayaran untuk skema bayar pay later agak lebih rendah daripada biaya pembayaran terlambat kartu kredit, tetapi jika diakumulasikan tetap saja ini akan menambah beban pengeluaranmu.

2. Memicu belanja impulsif

Sebelum Menyesal, Ini 5 Risiko Berbelanja Pakai Pay Laterpexels.com/Andrea Piacquadio

Risiko terbesar dari layanan pay later adalah mendorong kebiasaan belanja yang buruk. Layanan pay later adalah pengubah permainan bagi pembelanja impulsif karena hal ini membuat seseorang benar-benar dapat membeli berbagai jenis barang, bahkan sebelum kamu menyetor satu sen pun atau mengecek berapa uang yang dimiliki.

Jadi, sebelum membeli barang, tanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu masih rela membayar barang yang tidak kamu minati, rusak, tidak terpakai, atau tidak cocok? Jika tidak, tunda dulu keinginan untuk membeli barang tersebut.

Baca Juga: Bikin Hati Tenang, 6 Tips Menabung Dana Darurat Agar Cepat Terkumpul

3. Kamu tidak dapat memilih kapan membayar

Sebelum Menyesal, Ini 5 Risiko Berbelanja Pakai Pay Laterunsplash.com/Estée Janssens

Layanan pay later tidak memungkinkan kamu untuk memilih hari pembayaran. Padahal, jika ditanya, semua orang pastinya ingin menetapkan tanggal pembayaran saat mereka memiliki uang, misalnya saat pay day.

Tidak dapat memilih kapan kamu membayar membuat akunmu berisiko mengalami defisit dan berpotensi mengenakan biaya keterlambatan. Apa pun itu, kamu jadi harus membayar lebih banyak biaya daripada yang kamu butuhkan.

4. Ancaman bahaya peretasan akun

Sebelum Menyesal, Ini 5 Risiko Berbelanja Pakai Pay LaterIlustrasi Hacker (IDN Times/Mardya Shakti)

Melakukan transaksi digital tidak lepas dari bahaya peretasan. Adanya layanan pay later bisa membuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab makin bersemangat untuk melakukan peretasan dengan membeli barang-barang dan membebankan biaya pembayaran pada si pemilik akun.

Memang, setiap aplikasi yang menyediakan layanan pay later tentunya sudah mempersiapkan pengamanan untuk melindungi privasi penggunanya. Namun, para penjahat siber ini tak pernah lelah mencari cara untuk meretas akun orang lain. Adapun, target utama biasanya mereka yang kurang melek teknologi dan kurang paham akan pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

5. Mengganggu manajemen keuangan

Sebelum Menyesal, Ini 5 Risiko Berbelanja Pakai Pay Laterpexels.com/Karolina Grabowska

Kemudahan pembayaran dengan layanan pay later dapat membuat banyak orang kalap. Bahkan, ini membuat orang dengan sengaja mengajukan pay later di beberapa aplikasi.

Sayangnya, bukan tidak mungkin saat jatuh tempo pembayaran, dana yang harusnya digunakan untuk membayar tagihan pay later justru digunakan untuk membayar keperluan lain yang lebih mendesak. Alhasil, ini mengganggu manajemen finansial ke depannya, bukan hanya karena banyaknya cicilan, tapi juga bunga yang berlipat.

Nah, setelah memahami risikonya, ada baiknya kamu menggunakan fitur pay later secara bijak, ya!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Eka ami di IDN Times Community dengan judul Agar Tak Menyesal, Ketahui 5 Risiko Pakai Pay Later

Baca Juga: 5 Cara Bijak Memanfaatkan Bonus Akhir Tahun di Kala Pandemik

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya