Comscore Tracker

Pengin Utang, Hati-hati Itung Dulu Aset Kekayaan dan Besaran Cicilan 

Jangan utang jika gak terpaksa ya

Jakarta, IDN Times - Bagi beberapa orang berutang merupakan langkah paling praktis saat sedang membutuhkan uang, dalam waktu singkat uang akan kita didapatkan. 

Namun pikirkan dahulu jika ingin berutang. Selama nilai total utang masih di bawah 50 persen dari total nilai aset, maka jumlah utang Anda masih tergolong sehat. sehat. Tapi juga perlu dipikirkan utang akan membuat kita sulit menabung dan nilai kekayaan akan berkurang. 

Dikutip dari Lifepal, inlah tips buat kamu yang terpaksa harus berutang.

1. Cicilan utang per bulan maksimal 35 persen dari penghasilan

Pengin Utang, Hati-hati Itung Dulu Aset Kekayaan dan Besaran Cicilan Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)

Nilai debt service ratio (DSR) atau rasio pelunasan utang maksimal adalah 35 persen dari penghasilan.

Namun apa jadinya jika pihak bank atau pemberi kredit menyetujui permohonan cicilan senilai 50 pesen dari penghasilan kita? Tetap saja, jumlah tersebut tidak ideal.

Cicilan utang yang terlalu banyak jelas bisa mengakibatkan menurunnya kualitas hidup. Jelas saja, kemampuan kita dalam mencukupi kebutuhan hidup per bulan akan terganggu.

Belum lagi, kita akan semakin sulit menyisihkan uang untuk dana darurat, kebutuhan proteksi, hingga investasi jangka panjang.

Baca Juga: 5 Tips Mengatur Arus Keuangan di Bisnis Kamu Biar Gak Rugi

2. Bila harus berutang, pahami dulu estimasi cicilannya

Pengin Utang, Hati-hati Itung Dulu Aset Kekayaan dan Besaran Cicilan (Ilustrasi cicilan) IDN Times/Arief Rahmat

Jika harus berutang lagi, cari tahu dulu estimasi cicilannya. Apabila Anda saat ini memiliki cicilan rumah, lantas harus membeli mobil secara kredit untuk keperluan penggunaan pribadi, apakah hal ini bisa dibenarkan?

Bisa saja dibenarkan, asalkan nilai total utang tertunggaknya tidak melebihi 50 persen dari nilai aset dan DSR-nya tidak lebih dari 35 persen.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan cicilan kredit hitung terlebih dulu perkiraan cicilan yang bakal Anda bayar. Untuk memudahkan Anda mengetahui perkiraan cicilan, Anda bisa menggunakan dua jenis kalkulator yang ada di Lifepal.co.id.

Pertama adalah Kalkulator Bunga Flat (tetap), yang umumnya digunakan untuk menghitung angsuran bulanan dari kredit kendaraan bermotor, kredit tanpa agunan (KTA), dan lainnya. Yang kedua adalah Kalkulator Bunga Efektif yang umum digunakan dalam kredit pemilikan rumah (KPR), kredit usaha rakyat (KUR), maupun kredit emas.

3. Bijak dalam memilih durasi cicilan

Pengin Utang, Hati-hati Itung Dulu Aset Kekayaan dan Besaran Cicilan Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)

Tenor cicilan utang atau besaran uang muka (DP) tentu bisa mempengaruhi besarnya angsuran atau cicilan utang Anda. Semakin panjangnya tenor pinjaman, maka cicilan akan terlihat lebih ringan. Namun hati-hati, tenor yang panjang umumnya juga disertai tingginya tingkat suku bunga kredit.

Sementara itu, besarnya DP tentu akan mempengaruhi nilai pokok utang yang juga berdampak pada besarnya cicilan per bulan. Membayar DP dalam jumlah besar akan mengurangi pokok utang hingga berdampak ringannya angsuran per bulan. Pertanyaannya, apakah saat ini Anda sedia uang tunai dalam jumlah besar?

Dua cara ini bisa Anda manfaatkan untuk mengatur besarnya estimasi cicilan. Namun pahamilah dengan seksama seputar besarnya beban bunga yang harus Anda tanggung nantinya.

4. Jangan wariskan utang ke keluarga

Pengin Utang, Hati-hati Itung Dulu Aset Kekayaan dan Besaran Cicilan (Ilustrasi utang) IDN Times/Arief Rahmat

Bukan hanya harta yang akan Anda wariskan ke keluarga, utang pun akan diwariskan. Pastikan bahwa ketika Anda mengajukan permohonan utang ke lembaga keuangan, Anda sudah terlindungi dengan asuransi jiwa.

Asuransi jiwa tentu akan sangat berfungsi untuk membantu kita menghadapi risiko hilangnya penghasilan saat kita wafat di usia produktif. Uang pertanggungan yang dicairkan dari asuransi jiwa bersifat bebas pajak, dan bisa dimanfaatkan untuk menggantikan sumber penghasilan yang hilang akibat kepergian tulang punggung keluarga.

Umumnya, setiap orang yang mengajukan KTA, KPR, maupun pinjaman dana lain akan diberikan fasilitas berupa asuransi jiwa. Selain menggantikan sumber penghasilan, tentu saja uang pertanggungan itu bisa dimanfaatkan untuk melunasi utang.

5. Dana darurat tidak cukup, jangan maksa utang

Pengin Utang, Hati-hati Itung Dulu Aset Kekayaan dan Besaran Cicilan Ilustrasi Utang (IDN Times/Mardya Shakti)

Besar kemungkinan rasio utang terhadap aset dan DSR Anda masih sehat, tapi jika jumlah aset lancar Anda terlalu sedikit maka hal itu juga cukup berbahaya.

Besaran nilai basic liquidity ratio atau yang kerap disebut dana darurat adalah 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Semuanya tergantung dari status pernikahan dan risiko pekerjaan Anda.

Apabila Anda masih lajang dan tak memiliki tanggungan, 3 kali pengeluaran bulanan mungkin cukup. Namun jika Anda sudah berkeluarga tentu saja, dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran tak akan cukup.

Oleh karena itu, pastikan saja kebutuhan dana darurat sudah tersedia jauh-jauh hari sebelum Anda mengajukan permohonan kredit.

Baca Juga: 5 Cara Selamatkan Keuangan saat PHK akibat COVID-19 Merajalela

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya