Comscore Tracker

Cicilan KPR Macet Saat Pandemik, Ini Solusinya!

Biar rumah kamu aman dari penyitaan bank

Jakarta, IDN Times - Pandemik virus corona menimbulkan dampak signifikan terhadap ekonomi. Banyak orang yang pendapatannya berkurang, kehilangan pekerjaan. Bahkan, tak sedikit pula usaha yang terpaksa gulung tikar karena tak kuat hadapi gempuran pandemik.

Hilangnya pendapatan tentu bisa memengaruhi kondisi keuangan bulanan, termasuk membayar cicilan. Terlebih jika kamu tengah mencicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Jika kamu mengalami gagal bayar KPR banyak konsekuensi yang akan kamu dapatkan, di antaranya rumah bisa disita dan dilelang bank. Lantas, bagaimana solusi jika terjadi KPR macet?

Baca Juga: Tak Ingin Stress Ini Cara Menghemat Biaya Pernikahan 

1. Minta rescheduling atau menjadwalkan ulang pembayaran sisa kredit ke bank

Cicilan KPR Macet Saat Pandemik, Ini Solusinya!Ilustrasi credit (IDN Times/Arief Rahmat)

Mengutip Cerrmati.com, kamu bisa meminta bank untuk menjadwalkan ulang kredit yang masih tersisa lewat sistem rescheduling. Contohnya, sisa kredit sebesar Rp100 juta dengan jatuh tempo tiga tahun, kamu bisa meminta tenornya ditambah menjadi lima tahun. 

Dengan begitu, jangka waktu pembayaran cicilan KPR bisa diperpanjang dua tahun tanpa dikenakan denda. Kamu pun akan memiliki waktu lebih panjang untuk melunasi sisa kredit sambil berharap kondisi normal lagi.

2. Lakukam permohonan restrukturisasi KPR

Cicilan KPR Macet Saat Pandemik, Ini Solusinya!Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Ada pula yang namanya restrukturisasi KPR. Dalam hal ini kamu bukan hanya memperpanjang tenor pembayaran kredit, tetapi juga mengurangi tingkat bunga. Misalnya, tenor diperpanjang selama dua tahun dan bunga KPR dipangkas lebih ringan dari 11 persen menjadi 10,5 persen.

Bisa juga dengan memberi diskon atau potongan cicilan hingga separuhnya. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, nominal cicilan KPR yang dibayar bulan berikutnya lebih kecil dibanding bulan-bulan lalu sebelum persetujuan restrukturisasi.

3. Menata kembali perjanjian KPR dengan bank

Cicilan KPR Macet Saat Pandemik, Ini Solusinya!ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Selain dua pilihan di atas, kamu juga dapat melakukan reconditioning atau keringanan bank, dengan mengubah persyaratan KPR menjadi perjanjian baru. Jadi diatur ulang semuanya, dari mulai tenor pembayaran, tingkat bunga KPR, nilai kredit, dan sebagainya.

Misalnya, tingkat bunga diubah dari yang awalnya 9,5 persen menjadi 8,75 persen. Jangka waktu pembayaran juga dapat diubah dari perjanjian awal 15 tahun menjadi 20 tahun, atau memberi diskon menghapus bunga KPR di tahun keempat pembayaran. 

Gak ada salahnya mencoba, kan?

Baca Juga: Pengin Nambah Penghasilan, Yuk Buka Bisnis Kecil-kecilan

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya