Jangan Tertipu Pinjam Uang di Fintech Abal-abal. Pahami Aturannya!

Biar gak merugikan diri sendiri

Jakarta, IDN Times - Pinjaman online (pinjol) abal-abal seperti yang terjadi pada kasus yang menimpa Yuliana Indriati di Solo, dapat menjadi pelajaran berharga pada masyarakat yang ingin meminjam uang. 

Karena salah sedikit saja bisa berdampak buruk bagi si peminjam, bahkan dalam kasus Yuliana fotonya diviralkan dalam bentuk meme dengan narasi berbau pornografi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Tobing memberikan tips agar masyarakat tidak terjebak dalam jeratan fintech ilegal. "Kami tidak bosan-bosannya menyampaikan tips apabila ingin meminjam secara online," ujarnya kepada IDN Times saat dihubungi, Sabtu (27/7).

Lantas, bagaimana agar tidak terjebak fintech abal-abal, apa saja yang perlu kita perhatikan? Yuk simak tips berikut.

1. Pastikan fintech terdaftar di OJK. Cek website-nya!

Jangan Tertipu Pinjam Uang di Fintech Abal-abal. Pahami Aturannya!IDN Times / Auriga Agustina

Tongam mengatakan, masih banyak masyarakat yang kerap melupakan pengecekan terhadap fintech yang menjadi tujuan pinjaman mereka. Padahal, hal itu penting dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan pinjaman.

"Masyarakat bisa melihatnya langsung di website ojk.go.id," ungkapnya.

Baca Juga: OJK Sebut 940 Fintech Ilegal Dominasi Pemberi Pinjaman Online 

2. Pinjam sesuai kemampuan

Jangan Tertipu Pinjam Uang di Fintech Abal-abal. Pahami Aturannya!unsplash.com/ Artem Bali

Faktor ini, kata Tongam, juga penting untuk dipertimbangkan masyarakat. Sebab, meminjam uang di luar kemampuan kita untuk membayar, hanya akan menjerumuskan si peminjam.

"Lihat penghasilan anda apakah cukup untuk mencicil pinjaman. Jangan melakukan pinjaman baru untuk membayar pinjaman lama," jelas dia.

3. Pahami kewajiban seperti biaya dan jangka waktu serta risikonya seperti bunga dan denda

Jangan Tertipu Pinjam Uang di Fintech Abal-abal. Pahami Aturannya!ANTARA FOTO/Maulana Surya/wsj.

Sebagai konsumen, Tongam mengingatkan masyarakat agar memahami kewajiban dan risikonya saat melakukan pinjaman. "Pahami bagaimana bunganya, fee, dan denda. Jangan menyesal setelah menerima pinjaman," tegasnya.

Perhitungkan jangka waktu pinjaman dan bunga yang harus dibayarkan. Apakah akan sanggup untuk membayarnya tepat waktu. Jika tidak, perkirakan pula apakah denda yang diberikan sanggup kamu bayar?

Jika memang dirasa terlalu berat baginya, Tongam menyarankan agar mencari alternatif lain. Jangan sampai malah terlilit utang semakin besar.

4. Pinjam uang bukan untuk berfoya-foya

Jangan Tertipu Pinjam Uang di Fintech Abal-abal. Pahami Aturannya!Dok.IDN Times/Istimewa

Tips terakhir, pinjam dana sebaiknya untuk kebutuhan produktif, misalnya untuk modal usaha, sehingga bisa menambah penghasilan. Dengan demikian, nasabah juga dapat membayar tagihan tepat waktu sehingga terhindar dari hal yang tidak diinginkan seperti terlilit utang.

Baca Juga: OJK Blokir Fintech Abal-abal yang Viralkan Foto Berkalimat Porno

Topic:

  • Febriana Sintasari

Just For You