Comscore Tracker

Hari Ini Indonesia Resmi Resesi, Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Kita?  

Masyarakat harus kencangkan ikat pinggang 

Jakarta, IDN Times - Indonesia resmi mengalami resesi ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 sebesar minus 3,49 persen (yoy/year on year), Kamis (5/11/2020).

Kondisi ekonomi Indonesia yang mengalami resesi sudah diprediksi banyak pihak, termasuk Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

"Di kuartal III kita juga mungkin sehari, dua hari, ini akan diumumkan oleh BPS, juga masih berada di angka minus. Perkiraan kita di angka minus tiga. Naik sedikit," kata Jokowi di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2020).

Apa dampak resesi bagi kita? 

1. Penurunan pendapatan masyarakat

Hari Ini Indonesia Resmi Resesi, Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Kita?  Ilustrasi ekonomi. (IDN Times/Mia Amalia)

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan bila resesi ekonomi melanda Indonesia, bakal terjadi gelombang PHK besar-besaran. Hal itu bakal berimbas pada peningkatan pengangguran, penurunan pendapatan masyarakat. 

"Artinya daya beli tertekan. Padahal kebutuhan di tengah situasi krisis kan terus ada. Bayar listrik, air, biaya anak sekolah, sewa rumah dan cicilan motor jalan terus," paparnya

2. Masyarakat harus kencangkan ikat pinggang

Hari Ini Indonesia Resmi Resesi, Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Kita?  Ilustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Dampak lain adalah pelemahan nilai tukar bisa sebabkan harga barang naik tinggi khususnya yang impor. Dia pun menyarankan masyarakat mengencangkan ikat pinggang sementara waktu di tengah pandemik COVID-19 ini.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu mempersiapkan dana darurat untuk kebutuhan penting. "Tidak memboroskan belanja untuk gaya hidup. Jadi kebutuhan esensial aja yang prioritas yaitu pangan dan kesehatan," ucapnya.

Baca Juga: Bank Dunia Ramalkan Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia

3. Jumlah kemiskinan meningkat

Hari Ini Indonesia Resmi Resesi, Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Kita?  Ilustrasi Menabung (IDN Times/Mardya Shakti)

Senada dengan Bhima, Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa umumnya resesi ekonomi di suatu negara akan berdampak pada kemiskinan dan pengangguran. Hal itu terjadi lantaran banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

"Sekarang ini Singapura itu resesi, dia karena sudah 6 bulan kontraksi ekonominya. Pertanyaannya apakah akan berkepanjangan? Ya iya karena penyebab resesi itu wabah COVID-19, sementara belum diketahui kapan akan berakhir," ucapnya.

"Kemudian apakah resesi ini akan berdampak pada sosial masyarakat Singapura? Ya iya. karena penurunan income dan sebagainya, jumlah pengangguran meningkat, jumlah kemiskinan meningkat, ya itu," imbuh dia.

Baca Juga: Sibuk Bahas Resesi Ekonomi, Apa sih Artinya?

4. Waspadai daerah yang bergantung pada sektor pariwisata

Hari Ini Indonesia Resmi Resesi, Apa Dampaknya Bagi Kehidupan Kita?  Ilustrasi destinasi pariwisata Indonesia, Labuan Bajo (Dok. Kemenparekraf)

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan pariwisata akan seperti zombi ditambah ancaman PHK. Akibat resesi yang akan terjadi pendapatan nasional dan daerah pun bisa menurun, terlebih bagi daerah yang bergantung pada sektor pariwisata.

"Resesi ini bisa berdampak pada macam-macam seperti transportasi, pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial, infrastruktur, kesehatan dan lainnya," ucap Budi.

"Mau tidak mau kegiatan pariwisata harus dilakukan. Kalau sektor pariwisata menunggu terus bisa jadi zombi. Tetap dibuka tapi harus dengan penerapan protokol kesehatan. Kalau belum dilaksanakan, belum didorong aktivitasnya bisa repot. Kalau gak mati karena COVID-19 ya mati karena kelaparan," kata Budi kepada IDN Times, Senin (7/9/2020).

Baca Juga: Indonesia Hampir Pasti Resesi, Yuk Buka Bisnis Kecil-kecilan

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya